• Home »
  • Cerita populer »
  • A.S. memberlakukan sanksi terhadap kelompok peretasan Korea Utara yang dituduh melakukan serangan global
A.S. memberlakukan sanksi terhadap kelompok peretasan Korea Utara yang dituduh melakukan serangan global

A.S. memberlakukan sanksi terhadap kelompok peretasan Korea Utara yang dituduh melakukan serangan global

Departemen Keuangan A.S. pada September 2019 mengumumkan sanksi terhadap tiga kelompok peretasan Korea Utara yang dikatakannya terlibat dalam serangan ransomware WannaCry dan peretasan rekening nasabah dan bank internasional.

Departemen Keuangan A.S. menyebut kelompok-kelompok itu sebagai Lazarus Group, Bluenoroff, dan Andariel dan mengatakan bahwa mereka dikendalikan oleh RGB, biro intelijen utama Korea Utara, yang sudah dikenai sanksi A.S. dan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Tindakan tersebut memblokir aset apa pun yang terkait dengan A.S. yang dimiliki oleh kelompok-kelompok itu dan melarang transaksi dengan mereka. Pernyataan Departemen Keuangan A.S. mengatakan bahwa lembaga keuangan asing mana pun yang dengan sengaja memfasilitasi transaksi atau layanan signifikan bagi mereka juga dapat dikenai sanksi.

“Departemen Keuangan A.S. mengambil tindakan terhadap kelompok peretasan Korea Utara yang telah melakukan serangan siber untuk mendukung program persenjataan dan rudal terlarang,” ungkap Sigal Mandelker, wakil menteri keuangan di bidang terorisme dan intelijen keuangan.

“Kami akan terus menegakkan sanksi A.S. dan P.B.B. yang ada terhadap Korea Utara dan bekerja sama dengan masyarakat internasional untuk meningkatkan keamanan siber jaringan keuangan.”

Amerika Serikat telah berupaya memulai kembali perundingan dengan Korea Utara yang bertujuan menekan negara itu agar menghentikan program persenjataan nuklirnya. Perundingan tersebut telah terhenti karena tuntutan Korea Utara untuk mendapatkan konsesi, termasuk pembebasan sanksi.

Sebelumnya pada bulan September, Korea Utara membantah tuduhan Perserikatan Bangsa-Bangsa bahwa Korea Utara telah memperoleh 28,16 triliun rupiah (2 miliar dolar A.S.) melalui serangan siber terhadap bank dan tempat penukaran mata uang kripto dan menuduh Amerika Serikat menyebarkan desas-desus.

Pernyataan Departemen Keuangan A.S. mengatakan bahwa Lazarus Group terlibat dalam serangan ransomware WannaCry yang secara terbuka dikaitkan oleh Amerika Serikat, Australia, Kanada, Selandia Baru, dan Inggris dengan Korea Utara pada Desember 2017.

Departemen Keuangan A.S. mengatakan bahwa WannaCry memberikan dampak pada setidaknya 150 negara dan menghentikan pengoperasian sekitar 300.000 komputer, termasuk banyak komputer di National Health Service (NHS) Inggris. Serangan terhadap NHS menyebabkan pembatalan lebih dari 19.000 janji bertemu dan pada akhirnya mengakibatkan kerugian terhadap pelayanan kesehatan itu sebesar lebih dari 1,58 triliun rupiah (112 juta dolar A.S.), serangan ransomware terbesar yang diketahui dalam sejarah.

Departemen Keuangan A.S. mengatakan bahwa Lazarus Group juga bertanggung jawab secara langsung atas serangan siber pada tahun 2014 terhadap Sony Pictures Entertainment.

Pernyataan itu mengutip laporan industri dan pers yang mengatakan bahwa pada tahun 2018, Bluenoroff telah berupaya mencuri lebih dari 15,49 triliun rupiah (1,1 miliar dolar A.S.) dari berbagai lembaga keuangan dan berhasil melakukan operasi terhadap bank-bank di Bangladesh, Cile, India, Meksiko, Pakistan, Filipina, Korea Selatan, Taiwan, Turki, dan Vietnam.

Departemen Keuangan A.S. mengatakan bahwa Bluenoroff bekerja sama dengan Lazarus Group untuk mencuri sekitar 1,13 triliun rupiah (80 juta dolar A.S.) dari rekening Bank Sentral Bangladesh di Federal Reserve New York.

Sementara itu, berbagai perusahaan keamanan siber mengamati bahwa Andariel berupaya mencuri informasi kartu bank dengan meretas ATM untuk menarik uang tunai atau mencuri informasi nasabah yang nantinya dijual di pasar gelap, demikian ungkap pernyataan itu.

Andariel juga bertanggung jawab mengembangkan dan menciptakan malware unik untuk meretas situs poker dan perjudian online dan, menurut laporan industri dan pers, menarget militer Korea Selatan untuk mengumpulkan intelijen, demikian ungkap pernyataan Departemen Keuangan A.S.

saham