Garda Depan dalam Memerangi Kejahatan Digital

Garda Depan dalam Memerangi Kejahatan Digital

Noboru Nakatani, direktur eksekutif Kompleks Inovasi Global Interpol di Singapura, membagikan pandangannya tentang ancaman yang muncul di dunia maya

Noboru Nakatani berada di garis depan dalam upaya memerangi kejahatan dunia maya di Indo-Asia-Pasifik dan di seluruh dunia.

Dia adalah direktur eksekutif Kompleks Inovasi Global Interpol (Interpol Global Complex for Innovation – IGCI), yang dibuka pada tahun 2015 di Singapura. Fasilitas canggih itu mencakup pusat kejahatan dunia maya dengan laboratorium forensik digital yang menyediakan alat bantu dan pengetahuan kepada polisi di dunia untuk mengatasi kejahatan digital abad ke-21 dengan lebih baik.

IGCI menyediakan bantuan berteknologi tinggi kepada lembaga penegak hukum dari 190 negara anggota Interpol. IGCI juga merupakan pusat penelitian dan pengembangan yang menyediakan pelatihan inovatif untuk penyidik digital di seluruh dunia. Selain bekerja sama dengan lembaga penegak hukum, IGCI telah bermitra dengan entitas sektor swasta seperti Kaspersky Lab, Trend Micro, dan Cyber Defense Institute Jepang.

Sebelum ditunjuk sebagai kepala IGCI, Nakatani adalah penasihat khusus untuk komisioner jenderal Badan Kepolisian Nasional Jepang dan direktur Kantor Kejahatan Terorganisir Transnasional. Dia dulunya juga menjabat sebagai direktur Teknologi dan Sistem Informasi di markas besar Sekretariat Jenderal Interpol yang bertugas untuk mengawasi pengembangan layanan TI inovatif bagi masyarakat penegak hukum global.

Nakatani berbicara kepada FORUM tentang sifat ancaman yang muncul di dunia maya.

Apakah wilayah Indo-Asia-Pasifik sangat rentan terhadap kejahatan dunia maya? Jika ya, apakah ada alasan tertentu yang menjadi penyebabnya?

Sebagian besar kejahatan dunia maya global terjadi di wilayah Asia-Pasifik dan ditemukan perbedaan signifikan dari satu negara ke negara lain. Semakin banyaknya jumlah orang yang terhubung ke Internet mengakibatkan kejahatan dunia maya di wilayah Asia-Pasifik cenderung terus meningkat.

Kemampuan untuk mengatasi kejahatan dunia maya harus dinilai dari sudut pandang situasi tindak pidana yang terjadi. Beberapa negara sudah mulai menjumpai jenis kejahatan dunia maya tertentu, sementara itu negara lainnya masih belum menjumpainya. Karena kejahatan dunia maya merupakan masalah global dan semua kawasan dan negara rentan terhadapnya, negara-negara harus dilengkapi dengan kemampuan untuk mengatasi ancaman dunia maya dan mengembangkan kemampuan dunia maya.

Saling ketergantungan merupakan ciri khas dunia digital yang berarti bahwa kekuatan kita ditentukan oleh kekuatan mata rantai yang terlemah.

Mengapa kolaborasi internasional penting dalam menangani masalah kejahatan dunia maya?

Kolaborasi internasional mungkin merupakan satu-satunya kebutuhan terpenting untuk keamanan dunia maya yang lebih baik, ketika kriminalitas berkembang dari ranah fisik ke ranah dunia maya. Terkait kejahatan dunia maya, daftar tantangan yang dihadapi masyarakat dan pemerintah sungguh menakutkan. Metode tradisional tidak lagi memadai untuk memerangi sifat transnasional dari kejahatan dunia maya, yang sekarang memerlukan kolaborasi internasional yang lebih kuat. Ada sangat sedikit kejahatan yang tidak mengandalkan penggunaan Internet — misalnya untuk memindahkan uang, untuk komunikasi di antara penjahat atau untuk mengakses korban.

Polisi di seluruh dunia harus berkolaborasi satu sama lain untuk melawan ancaman kejahatan dunia maya secara efektif, tetapi mereka juga harus bekerja dengan pelaku lain dari industri swasta untuk berbagi pengetahuan dan keahlian. Ada banyak manfaat yang dapat diperoleh lembaga penegak hukum dari kemitraan global dan dari pendekatan berbagai pemangku kepentingan, bersama-sama dengan sektor swasta dan akademisi.

Tampilan interior pusat gabungan dunia maya Kompleks Inovasi Global Interpol terlihat dalam upacara pembukaan gedung itu di Singapura pada April 2015. AFP/GETTY IMAGES

Tampilan interior pusat gabungan dunia maya Kompleks Inovasi Global Interpol terlihat dalam upacara pembukaan gedung itu di Singapura pada April 2015. AFP/GETTY IMAGES

Apakah semakin meningkatnya ketergantungan pada Internet juga menciptakan kerentanan tak terduga?

Internet telah menciptakan masyarakat tanpa batas sehingga memberikan kesempatan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk menghasilkan kekayaan dan merangsang ekonomi. Meningkatnya ketergantungan pada Internet juga telah menciptakan kerentanan tak terduga sehingga kelompok kejahatan terorganisir yang beroperasi di berbagai penjuru dunia mampu mengoordinasikan serangan kompleks dalam hitungan menit dan hanya dengan mengklik sebuah tombol.

Internet telah menjadi bagian besar dari kehidupan sehari-hari warga di seluruh dunia, baik untuk email, jejaring sosial, transaksi keuangan, mengajukan surat pemberitahuan pajak, dan sebagainya. Individu dan perusahaan semakin banyak membagikan data dengan perangkat yang terhubung ke Internet. Data itulah yang dapat dianalisis, digunakan, dan dijual dengan kecepatan yang sangat tinggi. Mobilitas data ini membawa risiko karena penjahat melihatnya sebagai sarana untuk mendapatkan keuntungan.

Lebih penting lagi, ketika pemerintah menjadi sasaran kejahatan dunia maya, konsekuensinya tidak hanya pada kerugian moneter: gangguan besar pada Internet juga dapat berisiko bagi jaringan listrik, sistem perbankan, jaringan pipa energi, dan sistem penting lainnya.

Internet juga memberi teroris kesadaran situasional yang belum pernah terjadi sebelumnya dan keunggulan taktis yang lebih baik daripada polisi dan pemerintah.

Ranah dunia maya memiliki potensi merusak sangat besar yang membuat kita lebih rentan daripada sebelumnya.

Apakah ada perbedaan besar di antara negara-negara di kawasan Indo-Asia-Pasifik mengenai kemampuan mereka untuk memerangi kejahatan dunia maya?

Kita dapat mengamati perbedaan besar dalam kemampuan negara-negara ini untuk menghadapi ancaman dunia maya di setiap kawasan. Perbedaan intraregional tidak hanya terjadi di kawasan Asia-Pasifik. Inilah mengapa kemampuan dasar untuk mengatasi kejahatan dunia maya perlu ditingkatkan secara global.

Ini menyoroti pentingnya kolaborasi internasional dalam menangani masalah kejahatan dunia maya, terutama mengingat kecepatan perubahan teknologi saat ini.

Apa peran Kompleks Inovasi Global Interpol dalam menangani kejahatan dunia maya?

Berdasarkan visi Interpol untuk menghubungkan polisi guna menciptakan dunia yang lebih aman, maka Kompleks Inovasi Global Interpol di Singapura dibentuk untuk mengatasi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang dihadapi penegak hukum dalam era digital.

Interpol berusaha untuk membantu negara-negara anggotanya dalam memerangi kejahatan dunia maya dalam kerangka kerja IGCI, berdasarkan pendekatan berbagai pemangku kepentingan. Dalam konteks ini, Interpol memiliki kemampuan unik — di IGCI — untuk menyediakan platform global, netral, dan aman bagi penegak hukum internasional, sektor swasta, dan akademisi untuk berbagi informasi dan bekerja sama melawan kejahatan dunia maya dalam lingkungan yang kolaboratif.

Nilai tambah IGCI bagi negara-negara anggota kami terdiri atas tiga hal. Kami menyediakan platform global untuk dukungan operasional, analisis global untuk inovasi berbasis penelitian, dan pusat keunggulan untuk pelatihan dan peningkatan kemampuan kepada lembaga penegak hukum di seluruh dunia.

Interpol siap mendukung anggotanya dan membuka jalan bagi polisi untuk mengatasi ancaman kejahatan abad ke-21.  ο

saham