INDONESIA: Memerangi Suap

INDONESIA: Memerangi Suap

Pemerintah Indonesia telah mengusulkan rancangan undang-undang ke DPR untuk membatasi transaksi tunai guna memberantas suap dan pencucian uang di perekonomian terbesar Asia Tenggara ini, kata kepala pengawas anti-pencucian uang negara ini.

RUU yang membatasi pembayaran tunai maksimum 100 juta rupiah (7.260 dolar A.S.), ditetapkan sebagai prioritas legislatif untuk tahun 2018, kata Ki Agus Badaruddin, kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

“Pada dasarnya, asumsinya adalah bahwa pembatasan ini akan mengurangi ruang bagi seseorang untuk melakukan tindakan pencucian uang dan pembiayaan terorisme,” kata Badaruddin.

Tidak ada perincian yang diberikan tentang bagaimana undang-undang tersebut dapat ditegakkan.

Sekitar 85 persen transaksi di Indonesia dilakukan secara tunai dan lebih sulit dilacak dibandingkan dengan yang dilakukan melalui bank atau saluran elektronik lainnya, sehingga menimbulkan tantangan bagi pemerintah untuk memerangi pencucian uang, korupsi, dan pembiayaan terorisme.

PPATK mendeteksi peningkatan suap dengan sebagian besar transaksi tunai, kata Badaruddin kepada jurnalis.

PPATK telah menemukan lebih dari seribu transaksi tunai mencurigakan yang mungkin terkait dengan pemilu regional mendatang di seluruh Indonesia, dibandingkan dengan 53 transaksi mencurigakan yang dilakukan secara elektronik, demikian laporan Tempo.co.

Indonesia menempati urutan ke-96 dari 180 negara dalam Indeks Persepsi Korupsi tahunan dari Transparency International pada tahun 2017, setara dengan Kolombia dan Thailand.

Menurut bank sentral Indonesia, yang terlibat dalam penyusunan RUU tersebut, batas yang diusulkan dapat meningkatkan penegakan hukum, kata Gubernur Bank Indonesia saat itu, Agus Martowardojo.

Bagi orang yang bertanggung jawab atas sistem pembayaran, “transaksi tunai boleh-boleh saja, tetapi nontunai lebih efisien,” kata Martowardojo, sambil menambahkan bahwa rencana tersebut juga mendukung kampanye Bank Indonesia agar lebih banyak orang bertransaksi secara elektronik.  Reuters

saham