Jepang dan Vietnam berjanji untuk meningkatkan kerja sama pertahanan

Jepang dan Vietnam berjanji untuk meningkatkan kerja sama pertahanan

Felix Kim

Dalam menandai 45 tahun hubungan diplomatik bilateral antara Jepang dan Vietnam, kedua negara menghabiskan sekitar setengah dari sepanjang tahun 2018 ini untuk memperkuat hubungan pertahanan dengan pertemuan militer tingkat tinggi.

Penandatanganan Pernyataan Visi Bersama mengenai Hubungan Pertahanan pada 10 April 2018 diikuti oleh KTT pada Mei dan Juni 2018 di antara para pemimpin utama kedua negara. KTT itu, kemudian diikuti oleh pertemuan dan kegiatan pertahanan, termasuk pertukaran tenaga ahli utama yang berhubungan dengan tugas-tugas teknik untuk misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Para pemimpin pertahanan berupaya mengatasi berbagai isu seperti sengketa maritim teritorial, termasuk sengketa di Laut Cina Selatan dan Laut Cina Timur, nonproliferasi nuklir, stabilitas regional dan global, dan banyak tindakan kerja sama, demikian menurut PANO, layanan berita resmi Angkatan Bersenjata Vietnam.

Dalam pertemuan pada April 2018 itu, menteri pertahanan kedua negara menekankan pentingnya “membangun tatanan yang stabil, bebas, dan terbuka di kawasan Indo-Pasifik atas dasar hukum internasional,” termasuk kebutuhan bagi semua negara untuk berperilaku sesuai dengan mandat yang ditetapkan oleh Konvensi P.B.B. tentang Hukum Laut (UNCLOS).

Tokyo dan Hanoi sama-sama menuduh Republik Rakyat Tiongkok melanggar UNCLOS dengan membuat klaim teritorial yang luas terhadap perairan lepas pantai mereka. (Foto: Presiden Vietnam Tran Dai Quang, kiri, menghadiri konferensi pers di Tokyo, Jepang, dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada Mei 2018.)

Dalam penandatanganan pernyataan visi itu, Menteri Pertahanan Vietnam Jenderal Ngo Xuan Lich Gno dan Menteri Pertahanan Jepang, Itsunori Onodera meresmikan perjanjian kerja sama untuk melakukan pertukaran militer, bekerja sama dalam pencarian dan penyelamatan penerbangan, dan berpartisipasi dalam operasi pemeliharaan perdamaian P.B.B. Mereka juga berjanji untuk bekerja sama dalam respons bencana alam dan keamanan siber.

Perkembangan ilmiah dan teknologi mutakhir Jepang membuatnya menjadi mitra yang berharga bagi Vietnam, khususnya di bidang kedokteran militer dan keamanan maritim, demikian yang dilaporkan PANO. “Vietnam menyambut baik kapal dan kapal perang Pasukan Bela Diri Jepang di pelabuhannya, baik untuk kunjungan umum maupun kunjungan untuk tujuan teknis.”

Pada Dialog Pertahanan Vietnam-Jepang Keenam pada Juli 2018, kedua negara menegaskan semangat kerja sama yang dijabarkan dalam pernyataan visi dan mengakui “kemajuan luar biasa sebagaimana dibuktikan oleh kunjungan pertukaran di semua tingkatan.”

Quang dan Abe menerbitkan pernyataan bersama pada penutupan KTT Juni mereka, berjanji untuk memperkuat kerja sama pertahanan yang diuraikan dalam pernyataan visi tersebut. “Kedua pemimpin menegaskan bahwa mereka akan memperkuat kerja sama keamanan maritim secara lebih lanjut, termasuk melalui kunjungan kapal Pasukan Penjaga Pantai Jepang,” ungkap pernyataan itu. “Perdana Menteri Shinzo Abe menyatakan niat Jepang untuk terus membantu Vietnam dalam meningkatkan kemampuan penegakan hukum maritimnya.”

Felix Kim merupakan kontributor FORUM yang memberikan laporan dari Seoul, Korea Selatan.

saham