Korea Selatan mengirimkan perahu militer untuk mengejar nelayan Tiongkok

Korea Selatan mengirimkan perahu militer untuk mengejar nelayan Tiongkok

The Associated Press

Korea Selatan mengirimkan kapal militer untuk mengusir kapal nelayan Tiongkok yang melakukan penangkapan ilegal kepiting biru yang mahal harganya di dekat batas laut yang disengketakan di antara Korea Utara dan Korea Selatan sebelum para nelayan itu menarik diri pada awal Juni 2016, demikian kata para pejabat Korea Selatan.

Empat perahu polisi air dan angkatan laut memasuki perairan netral di sekitar Pulau Ganghwa di Korea Selatan untuk mengejar sekitar 10 perahu Tiongkok, yang pada sore harinya telah melarikan diri ke perairan yang dikendalikan Korea Utara, demikian kata pejabat Departemen Pertahanan yang tidak mau disebutkan namanya.

Operasi itu disetujui oleh Komando Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang mengatur zona tempat kegiatan penangkapan ikan dilarang.

Personel polisi air dan militer Korea Selatan yang melaksanakan misi itu didampingi oleh penerjemah dan dua pemantau dari Komando Perserikatan Bangsa-Bangsa.

“Komando Perserikatan Bangsa-Bangsa bertanggung jawab untuk mempertahankan gencatan senjata dengan sangat serius. Kami memiliki tanggung jawab untuk bertindak dan kami melakukannya,” ungkap Jenderal Vincent Brooks, komandan Komando Perserikatan Bangsa-Bangsa dari A.S., dalam pernyataan tentang keputusan untuk mengotorisasi operasi itu.

Pemerintah Tiongkok dan Korea Utara diberi tahu sebelum operasi itu (foto di atas) dimulai dan perahu Tiongkok diberi peringatan dalam bahasa Inggris dan Mandarin, demikian kata pejabat Kementerian Pertahanan.

Beberapa hari sebelumnya, nelayan Korea Selatan menyeret dua kapal nelayan Tiongkok yang menangkap kepiting di bagian selatan batas laut itu dan menyerahkan mereka ke otoritas setempat di Korea Selatan. Perahu nelayan Tiongkok telah berlayar lebih jauh guna memenuhi permintaan makanan laut domestik karena menurunnya hasil tangkapan di perairan di dekat pantai Tiongkok. Seoul telah meminta Beijing untuk menggunakan langkah-langkah lebih keras terhadap perahu Tiongkok yang melakukan penangkapan ikan secara ilegal di perairan yang dikendalikan Korea Selatan, yang telah melukai perasaan kedua negara yang bertetangga itu.

Pemerintah Korea Selatan menyita sekitar 600 kapal Tiongkok yang melakukan penangkapan ikan ilegal pada tahun 2015 dan lebih dari 100 kapal tahun ini hingga Mei 2016. Sebagian besar kapal-kapal itu ditangkap di perairan lepas pantai sebelah barat Korea Selatan, demikian menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Perairan barat Semenanjung Korea telah menjadi lokasi bentrokan antara Korea Utara dan Korea Selatan karena Pyongyang tidak mengakui batas laut yang ditarik oleh Komando P.B.B. pimpinan Amerika pada akhir Perang Korea tahun 1950-1953.

Kedua negara itu terlibat dalam tiga pertempuran angkatan laut berdarah di daerah itu sejak tahun 1999. Pada Mei 2016, Korea Utara mengancam akan menembak kapal perang Korea Selatan jika mereka memasuki perairan itu setelah Angkatan Laut Korea Selatan melepaskan tembakan peringatan untuk mengusir dua kapal Korea Utara yang melintasi perbatasan.

saham