Pasukan Perbatasan Australia

Pasukan Perbatasan Australia

Menciptakan perbatasan yang lebih kuat dan meningkatkan kedaulatan

KOMANDAN WILLIAM RIES/CABANG STRATEGI OPERASIONAL, DIVISI MANAJEMEN PERBATASAN, PASUKAN PERBATASAN AUSTRALIA

Negara pulau Australia memiliki salah satu lingkungan perbatasan terbesar dan paling menantang di dunia. Perbatasan itu mencakup 36.000 kilometer garis pantai, sembilan bandara internasional utama, lebih dari 60 pelabuhan laut internasional, dan zona ekonomi eksklusif lepas pantai yang mencakup samudra seluas 10 juta kilometer persegi. Melindungi perbatasan Australia adalah tugas yang sulit. Rangkaian, kompleksitas, dan tingkat keparahan ancaman terhadap perbatasan telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir dan termasuk penyelundupan manusia, narkoba terlarang, sindikat kejahatan serius dan terorganisasi multinasional, penipuan visa dan imigrasi, eksploitasi pekerja asing, perdagangan manusia, terorisme, pejuang asing, serta peningkatan signifikan dalam perdagangan dan pergerakan pelancong di perbatasan Australia.

Pendekatan Australia terhadap perlindungan perbatasan berubah pada tahun 2015. Pemerintah mengintegrasikan Departemen Imigrasi dan Perlindungan Perbatasan yang ada dan mantan Layanan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Australia ke dalam lembaga baru yang disebut Departemen Imigrasi dan Perlindungan Perbatasan. Pasukan Perbatasan Australia (Australian Border Force – ABF) — cabang operasional departemen baru itu — mulai bekerja pada 1 Juli 2015. Sebagai lembaga perbatasan penegakan hukum terdepan di Australia, ABF bertanggung jawab untuk semua operasi perbatasan dan garis depan di seluruh bandara dan pelabuhan laut Australia, serta ranah darat dan maritim.

Integrasi kedua lembaga itu menyatukan dua garis keturunan yang panjang dan saling melengkapi dengan sejarah fasilitasi dan perlindungan perbatasan Australia yang membanggakan, demikian menurut William Ries, komandan strategi operasional ABF.

“Membuat departemen baru dan mendirikan ABF memberikan kesempatan untuk mengatasi tantangan yang dihadapi perbatasan Australia dengan lebih baik — termasuk volume perdagangan dan perjalanan yang lebih besar, dan jaringan kejahatan terorganisasi dalam negeri dan transnasional yang semakin canggih,” ungkap Ries.

Pembentukan ABF telah memberikan keuntungan dan efisiensi yang signifikan, namun evolusi pengaturan keamanan perbatasan Australia terus berlanjut. Pada Juli 2017, pemerintah Australia mengumumkan reformasi paling signifikan terhadap pengaturan keamanan dalam negeri negara itu dalam 40 tahun — pembentukan portofolio Urusan Dalam Negeri (Home Affairs).

Portofolio Home Affairs yang baru itu akan mirip dengan Home Office Inggris Raya: sebuah departemen pusat yang menyediakan perencanaan strategis, koordinasi, dan dukungan lainnya untuk “federasi” lembaga keamanan dan penegakan hukum independen. Lembaga-lembaga ini termasuk ABF, Komisi Intelijen Kriminal Australia, Kepolisian Federal Australia, Organisasi Intelijen Keamanan Australia, dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Australia.

“Terdapat dasar pemikiran yang jelas di balik penciptaan portofolio Home Affairs,” ujar Ries. “Lingkungan keamanan Australia berubah dengan cepat dan jauh lebih rumit daripada satu dekade lalu. Perubahannya adalah tentang memastikan pengaturan keamanan kami sesuai dengan tantangan yang kami hadapi saat ini dan di masa depan.

“Meskipun ini adalah konstruksi baru untuk Australia, perubahan ini bukanlah cerminan bahwa konektivitas operasional tidak berfungsi dengan baik di antara berbagai lembaga; lebih tepatnya ini adalah tentang melangkah ke depan. Kami tidak bisa duduk diam dan beristirahat di atas kesuksesan kami. Kami harus terus berkembang,” ungkap Ries.

Misi inti

Misi ABF adalah melindungi perbatasan Australia. Mengelola pergerakan orang dan barang di perbatasan tetap menjadi inti peran kami sebagai layanan bea cukai Australia. ABF memiliki kewajiban komplementer termasuk fasilitasi dan penindakan. ABF membantu mempromosikan dan memajukan kesejahteraan ekonomi dan kohesi sosial Australia dengan memfasilitasi perdagangan, perjalanan, dan migrasi dengan menyediakan proses yang kurang mengganggu, lebih lancar, dan lebih cepat untuk sebagian besar pelancong dan pedagang — mayoritas yang sah dan taat hukum. Untuk melengkapi kegiatan ini, ABF mendukung keamanan nasional kami dengan melakukan kegiatan penindakan dan kepatuhan untuk menarget dan mencegat perilaku ilegal dan kriminal guna melindungi masyarakat Australia.

“Fasilitasi dan penindakan merupakan peran yang saling melengkapi. Anda tidak dapat memiliki satu tanpa yang lainnya,” ungkap Ries. “Jika kami hanya berfokus pada fasilitasi tanpa fungsi penindakan, maka kami membuat perbatasan kami menjadi rentan. Akan tetapi, jika kami hanya berfokus pada kegiatan penindakan tanpa fungsi fasilitasi, maka pergerakan orang dan komoditas melintasi perbatasan akan mati, yang akan merugikan ekonomi dan masyarakat kami. Fungsi fasilitasi dan penindakan bekerja bersama-sama.

“Melalui tugas penindakan kami, kami tahu siapa dan apa yang masuk atau keluar dari Australia. Kami tahu kredensial barang dan orang yang bergerak melintasi perbatasan, dan kami dapat secara efektif mengelolanya secara teratur dan aman. Perbatasan yang kuat mempromosikan hubungan ekonomi global yang lebih terbuka, kohesi sosial, dan kepercayaan,” ungkap Ries.

Bekerja di depan perbatasan

Perbatasan Australia, aset nasional strategis yang fundamental bagi keamanan nasional dan kemakmuran ekonomi, tidak lagi dianggap sebagai penghalang fisik belaka yang memisahkan berbagai negara. Sebaliknya, perbatasan dianggap sebagai rangkaian kesatuan kompleks yang memungkinkan dan mengontrol aliran orang dan pergerakan barang melalui rantai pasokan dinamis. Rangkaian kesatuan ini membentang di darat dan lepas pantai, dan mencakup dimensi luar negeri, maritim, fisik, dan dalam negeri. Memperlakukan perbatasan sebagai rangkaian kesatuan memungkinkan pendekatan terpadu dan berlapis untuk menyediakan manajemen perbatasan secara mendalam — bekerja di depan dan di belakang perbatasan, serta di perbatasan, untuk mengelola ancaman dan memanfaatkan peluang.

ABF menerapkan model yang dipandu oleh intelijen dan bersatu dengan lembaga dalam negeri dan mitra internasional di seluruh rangkaian kesatuan perbatasan untuk memberikan kontrol perbatasan yang efektif atas siapa dan apa yang memiliki hak untuk masuk atau keluar, dan dalam kondisi apa.

“Hubungan ABF dengan rekan dan mitra dalam negeri dan internasional kami sangat penting sehingga kami tidak dapat melakukan pekerjaan kami tanpa mereka. Kami akan terus bekerja berdampingan dengan mitra internasional kami untuk mempertahankan komunitas perlindungan perbatasan global yang tangguh dalam menghadapi gangguan di masa mendatang,” ungkap Ries.

Jejak operasional

ABF memiliki tenaga kerja operasional berkekuatan 5,500 orang. Petugas ABF secara operasional difokuskan, diseragamkan, profesional dan disiplin, bertanggung jawab untuk melindungi perbatasan di bandara, pelabuhan laut, lokasi terpencil, pusat pos dan kargo Australia, dan ranah maritim Australia. Para petugas berdinas di seluruh Australia dan secara internasional di 52 lokasi.

ABF memainkan peran integral dalam mencegah narkoba berbahaya dan terlarang serta barang ilegal memasuki Australia dengan menggunakan berbagai wewenang dan kemampuan. Ini termasuk pengawasan udara dan maritim, teknologi pendeteksian yang sangat canggih seperti sinar X, deteksi unsur dan bahan mikroskopis, pemindai tubuh internal, anjing detektor, dan banyak lagi. Petugas ABF melaksanakan wewenang berdasarkan Undang-Undang Wewenang Maritim tahun 2013, Undang-Undang Bea Cukai tahun 1901, Undang-Undang Migrasi tahun 1958, dan Undang-Undang Pasukan Perbatasan Australia tahun 2015.

Jejak operasional ABF sangat besar. Rata-rata setiap minggu selama tahun 2016-2017 petugas ABF memeriksa 744.855 penumpang udara, 55.621 kedatangan melalui laut, 705 kapal, dan 99.090 entri impor dan ekspor. Petugas ABF mengawasi wilayah seluas 3 juta mil laut persegi. Empat puluh tiga tim anjing detektor dikerahkan. Petugas ABF mengumpulkan pendapatan negara senilai 260 juta dolar Australia (207 juta dolar A.S.). Petugas ABF mendeteksi dan menyita 845 impor narkoba. Lebih dari 1.600 unit kontainer yang setara dengan 20 kaki, 38.629 kargo udara, dan 1,1 juta pos diinspeksi. Petugas ABF menangani 157 orang yang dibawa ke tempat detensi imigrasi, 134 orang dibebaskan atau dikeluarkan dari detensi, dan 147 kasus pemulangan yang dibantu atau dipantau dari masyarakat. Petugas ABF menemukan 305 warga asing yang melanggar hukum dan 44 pekerja ilegal serta mengeluarkan 151.726 visa permanen dan sementara setiap minggu.

“Jika saya harus mengarakterisasi lingkungan perbatasan dalam satu kata, kata itu adalah ‘volume.’ Volume orang dan barang yang melintasi perbatasan kami terus tumbuh secara eksponensial,” ungkap Ries.

ABF bekerja keras untuk memenuhi tantangan perbatasan melalui intelijen, inovasi, dan teknologi. ABF sedang mengubah dan memodernisasi sistem, kebijakan, dan programnya untuk mengelola masalah lingkungan perbatasan yang berkembang dan kompleks. Teknologi dan otomatisasi menawarkan berbagai alat bantu baru untuk mengamankan perbatasan dan menyediakan proses yang lebih cepat dan lebih efisien bagi pelancong dan pedagang yang sah dan taat hukum. Selama dua tahun terakhir, Departure SmartGates, sistem kontrol perbatasan elektronik, telah diperkenalkan di bandara internasional di seluruh Australia untuk memungkinkan penumpang melakukan proses mandiri ketika mereka meninggalkan negara itu. Pada tahun 2016, lebih dari 14,6 juta penumpang menggunakan SmartGates untuk meninggalkan negara itu –– rata-rata lebih dari 40.000 orang setiap hari.

Sistem biometri canggih juga sedang diperkenalkan untuk memastikan integritas berkelanjutan program visa dan migrasi kami, meningkatkan tindakan otomasi yang ada, dan lebih meningkatkan kecepatan dan efisiensi pemrosesan perbatasan. ABF berinvestasi dalam teknologi seluler dan digital untuk meningkatkan pengaturan kepatuhan dan deteksi.

Dalam kaitannya dengan perdagangan, ABF mengimplementasikan langkah-langkah untuk mengelola peningkatan volume barang sambil mengelola ancaman melalui program seperti Australian Trusted Trader (ATT), setara dengan skema operator ekonomi resmi yang beroperasi di tempat lain di kawasan ini. Diluncurkan pada tahun 2016, ATT mengefektifkan perdagangan untuk pedagang terakreditasi dan meningkatkan efisiensi tanpa mengorbankan keamanan rantai pasokan. Australia memiliki 74 “pedagang tepercaya” berkelanjutan yang terakreditasi penuh di bawah program itu dan bermaksud untuk meningkatkan jumlah tersebut secara signifikan dalam beberapa tahun mendatang.

“Australia berupaya mewujudkan perbatasan tanpa hambatan tempat sebagian besar migran, pelancong, dan pedagang yang sah dapat bergerak dengan mudah dan lancar melintasi perbatasan tanpa gangguan atau penundaan yang tidak perlu; ketika kami dapat dengan mudah mendeteksi pelanggaran dan ketidakpatuhan, dan memfokuskan perhatian dan upaya intervensi kami pada mereka yang tidak patuh,” ungkap Ries.

Pencapaian pasukan perbatasan

Bekerja sama dengan mitra domestik dan internasional, ABF, selama dua tahun terakhir, telah mendeteksi lebih dari 12 ton narkoba terlarang dan prekursor utama, 270 juta batang rokok, lebih dari 220 ton tembakau terlarang, dan lebih dari 3.460 senjata api dan komponen dan aksesori senjata api di perbatasan. Pada periode yang sama, ABF telah memproses lebih dari 84 juta kru dan pelancong udara dan laut, menerima dan melakukan penilaian risiko terhadap lebih dari 77 juta pengiriman kargo udara, 6 juta pengiriman kargo laut, dan memeriksa lebih dari 115 juta pos internasional.

“ABF telah mencapai banyak hal dalam dua tahun terakhir. Kami telah membentuk lembaga penegakan hukum perbatasan baru, mengintegrasikan dua budaya yang terpisah menjadi satu badan dan pekerjaan itu terus berlanjut. Kami melihat kemampuan internal dan perubahan kapasitas serta mempersiapkan untuk pindah ke portofolio Home Affairs. Selagi pekerjaan penting ini sedang dilaksanakan, petugas kami telah melaksanakan prioritas pemerintah di perbatasan. Ini merupakan tugas yang sangat besar, tugas yang seharusnya sangat dibanggakan oleh petugas kami,” ungkap Ries.

“Dalam mempersiapkan perpindahan ke portofolio Home Affairs, ABF akan terus membangun kemampuan kami untuk memenuhi misi kami dengan lebih baik: melindungi perbatasan Australia dan mengelola pergerakan orang dan barang di perbatasan.

“Dedikasi kami pada misi ini tidak akan berubah di bawah portofolio Home Affairs. ABF akan tetap menjadi lembaga layanan bea cukai dan perlindungan perbatasan garis depan Australia yang beroperasi di lingkungan keamanan yang ditingkatkan,” ungkap Ries.


Pasukan Perbatasan Australia rata-rata operasi per minggu 2016-2017

Memeriksa  

  • 744.855 penumpang udara
  • 55.621 kedatangan melalui laut
  • 705 kedatangan dan keberangkatan kapal 
  • 99.090 entri impor dan ekspor

Mengerahkan

  • 43 tim anjing detektor di seluruh Australia

Mendeteksi dan menyita

  • 845 impor narkoba

Menangani

  • 157 orang dibawa ke tempat detensi imigrasi di darat 
  • 134 orang dikeluarkan dari detensi  
  • 147 kasus pemulangan yang dibantu atau dipantau dari masyarakat

Memantau 

  • 3 juta mil laut persegi

Mengumpulkan

  • Pendapatan negara 260 juta dolar Australia

Menginspeksi

  • Lebih dari 1.600 unit kontainer yang setara dengan 20 kaki
  • 38.629 kargo udara
  • 1,1 juta pos

Menemukan

  • 305 warga asing yang melanggar hukum  
  • 44 pekerja ilegal 
saham