Perempuan mencapai kemajuan dalam militer Korea Selatan, namun tantangan tetap ada

Perempuan mencapai kemajuan dalam militer Korea Selatan, namun tantangan tetap ada

Felix Kim

Lebih banyak perempuan memenuhi panggilan tugas di militer Korea Selatan seiring meningkatnya peluang dan perempuan secara perlahan mulai mengemban peran kepemimpinan.

Penurunan populasi kaum muda nasional ditambah dengan lebih banyaknya kesempatan bagi perempuan di militer telah meningkatkan jumlah tentara perempuan menjadi 10.000 orang. Pada 2016, 6.915 perempuan bertugas di Angkatan Darat, 1.654 di Angkatan Laut dan Marinir, dan 1.694 di Angkatan Udara Korea Selatan, demikian yang dilaporkan Yonhap, kantor berita pemerintah Korea Selatan. Dua orang perempuan menjabat sebagai brigadir jenderal, 823 sebagai perwira lapangan, 3.924 sebagai perwira kompi, 24 sebagai bintara, dan 5.490 tamtama.

“Peran Prajurit perempuan akan menjadi semakin penting,” kata pensiunan Kolonel Angkatan Darat Kim Hwa-sook, penasihat utama Forum Keamanan Pertahanan Partai Minjoo yang berkuasa. “Kita akan membutuhkan lebih banyak Prajurit perempuan di masa depan,” ungkapnya, “karena jumlah Prajurit wajib militer akan menurun karena angka kelahiran yang rendah di negara tersebut. Kenyataannya, Prajurit perempuan lebih termotivasi daripada laki-laki karena mereka semua bergabung dengan militer secara sukarela, sementara kebanyakan Prajurit laki-laki bergabung melalui wajib militer.”

Kim menguraikan betapa banyak perubahan yang telah terjadi sejak cabang perempuan pertama dibentuk di Angkatan Darat 67 tahun yang lalu. Dia mengungkapkan bahwa Prajurit perempuan angkatan pertama itu tidak dibekali dengan senjata yang memadai namun diharapkan bisa membantu Prajurit laki-laki.

“Pada akhir 1980-an,” ungkap Kim, “militer mulai membuka cabang lain untuk perempuan, seperti infanteri, dan mereka diberi berbagai tugas dan misi seperti rekan laki-laki mereka. Saat ini, Prajurit perempuan berkarier di hampir setiap cabang di Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.”

Kim mengatakan bahwa perempuan mengikuti standar yang sama seperti laki-laki. Terjadi persaingan yang sangat ketat di kalangan perempuan yang ingin menjadi bintara. Di Akademi Militer Korea yang elit, kompetisi bahkan lebih ketat, tapi tidak menghentikan beberapa taruni menjadi lulusan terbaik di kelas mereka dalam beberapa tahun terakhir ini, mengalahkan taruna yang berprestasi.

Meskipun kinerja mereka mengesankan dan jumlah mereka yang semakin meningkat, masih ada tantangan yang dihadapi.

“Sayangnya, belum pernah ada komandan divisi perempuan,” ungkap Kim. “Sebagian besar posisi utama didominasi oleh Prajurit laki-laki. Bahkan jika dipromosikan menjadi brigadir jenderal, masa jabatan mereka biasanya hanya sebatas satu tahun dan mereka terpaksa pensiun, sehingga karier mereka tidak bisa meningkat lebih jauh lagi. Fakta ini membuat kami benar-benar kehilangan semangat.”

Kim juga berbicara tentang diskriminasi terhadap Prajurit perempuan dan kasus pelecehan seksual. Pada 2013, seorang kapten perempuan Angkatan Darat Korea Selatan melakukan bunuh diri, meninggalkan catatan yang mengklaim bahwa komandannya telah berulang kali melakukan kekerasan seksual terhadapnya, demikian yang dilaporkan Human Rights Monitor Korea Selatan.

Perbuatan tidak patut semacam itu menarik perhatian masyarakat.

Pusat Hak Asasi Manusia Militer untuk Korea baru-baru ini menuntut agar Kementerian Pertahanan Nasional mengizinkan Prajurit perempuan untuk dipromosikan berdasarkan kemampuan mereka. Kelompok hak asasi manusia itu juga mengatakan bahwa kementerian tersebut harus membentuk sistem untuk mengatasi praktik diskriminatif di militer.

“Yang terpenting adalah meningkatkan jumlah dan proporsi Prajurit perempuan hingga lebih dari 10 persen, dari 5 persen saat ini,” ungkap Kim. “Lebih banyak peluang dan kesempatan akan dibuka untuk Prajurit perempuan dalam waktu dekat ini. Kemudian, saya berharap bahwa kita akan memiliki komandan divisi perempuan dalam lima sampai 10 tahun mendatang.”

Felix Kim merupakan kontributor FORUM yang memberikan laporan dari Seoul, Korea Selatan.

saham