TIONGKOK: Perjalanan Bersejarah

TIONGKOK: Perjalanan Bersejarah

Kereta kargo pertama yang dioperasikan dari Inggris ke Tiongkok berangkat pada April 2017, membawa barang-barang seperti vitamin, produk bayi, dan obat-obatan ketika Inggris berusaha untuk menghidupkan kembali kredensial perdagangan globalnya.

Perjalanan sepanjang 12.000 kilometer dari Inggris timur ke Tiongkok timur memakan waktu 17 hari, sekitar setengah dari waktu yang dibutuhkan untuk perjalanan yang sama dengan menggunakan kapal. Kereta kargo pertama dari Tiongkok tiba di Inggris pada Januari 2017. Kereta merah cerah itu meninggalkan stasiun di Stanford-Le-Hope di Essex ke Barking di London timur, mengangkut puluhan kontainer.

Dari Barking, kereta itu melewati Terowongan Channel ke Prancis dan berlanjut ke Belgia, Jerman, Polandia, Belarus, Rusia, dan Kazakstan sebelum berakhir di Yiwu, Tiongkok.

Inggris berusaha untuk meningkatkan hubungan dagangnya dengan negara-negara lain di dunia ketika pihaknya bersiap untuk meninggalkan Uni Eropa dalam dua tahun mendatang.

“Jalur kereta api baru dengan Tiongkok merupakan dorongan lain bagi Inggris global, mengikuti rute perdagangan Jalur Sutra kuno untuk membawa produk-produk Inggris ke seluruh dunia,” kata Greg Hands, menteri perdagangan Inggris.

Dioperasikan oleh Yiwu Timex Industrial Investment, layanan pengiriman barang dari Yiwu-London itu menjadikan London sebagai kota ke-15 di Eropa yang memiliki jalur kereta api langsung dengan Tiongkok setelah peresmian inisiatif One Belt, One Road (Satu Sabuk, Satu Jalan) pada tahun 2013 oleh Presiden Tiongkok Xi Jinping.

“Ini adalah kereta ekspor pertama dan hanya permulaan dari layanan langsung reguler antara Inggris dan Tiongkok,” kata Xubin Feng, chairman Yiwu Timex Industrial Investment Co. “Kami memiliki kepercayaan besar pada Inggris sebagai negara ekspor, dan jalur kereta api menyediakan alternatif yang sangat baik untuk memindahkan barang dalam jumlah besar pada jarak yang jauh dengan lebih cepat.”  Reuters

saham